“Hey Manusia! Jangan bengong di tengah jalan!” sebuah suara berat berteriak dari balik gerobak “orang lagi ramai di sini!”
Mythgarr pun menoleh sambil tersenyum kikuk dan memegang kepalanya sambil agak merunduk “Maaf, Tuan, Maaf” katanya. Sebuah mata garang menatapnya. Wajahnya tersebut tampak jelas penuh meski penuh ditutupi oleh alis, kumis dan janggut tebal. Rambut hitam panjangnya dikepang tiga di belakang dengan bondol-bondol besar. Janggutnya pun demikian, dikepang tiga dengan bondol-bondol yang lebih kecil. Rambut di kanan-kiri wajahnya hanya diikat biasa. Cincin-cincin emas besar tampak ada di antara bondol-bondol di kepang dan ikatan rambutnya. Sebuah kapak hitam besar tergantung di punggungnya.
“Hgh” Dwarf tersebut mendengus berlalu mendorong gerobaknya.
Mythgarr terbengong sejenak, sebelum dia menghindar dari Orc yang menenteng-nenteng bawaan di pikulan dan elf yang membawa panah-panah dan busur-busur di rombong besar terbuat dari kayu. Lalu Pengawal Orc menepuk bahunya.
“Jangan terlalu terpaku, anak muda!” katanya “di kota besar ini kita harus terus bergerak atau terlindas! Ayo kita harus mengambil jalan pintas kalau ingin tepat waktu!” katanya sambil kemudian melompat tinggi ke atap sebuah rumah.
Mythgarr pun mengikutinya melompat meski penuh tanya. Pengawal Orc pun kemudian melompat jauh, melayang ke sebuah atap rumah lain sambil menyebrangi sungai. Mythgarr pun ikut melompat dan melayang. Pengawal Orc kemudian melayang melewati jembatan yang tergantung dari pohon ke pohon, dan Mythgarr pun mengikutinya. Pengawal Orc kemudian melayang dan mendarat di jalan besar di pinggir sungai yang tidak seramai yang alin, dan Mythgarr pun mengikutinya.
Pengawal Orc hanya terdiam dan memandang Mythgarr yang mendarat. Dia pun kemudian berjalan kembali, dan Mythgarr pun mengikutinya. Dia lalu melanjutkan melihat kanan-kiri, melihat-lihat ke tepi sungai, ke bangunan-bangunan yang terbuat dari batu dan tanah di kanan-kiri jalan, ke pohon-pohon besar dan sosok-sosok ramping yang berjalan dari pohon ke pohon melalu jembatan-jembatan, dan Orc-orc besar yang menyeret-nyeret anak-anak mereka ke tepi sungai dan melemparnya ke aliran yang deras.
“HEEEEEEEEEE???”
