Karavan pun terus berjalan, tak lama kemudian mereka pun sampai di gerbang pertama di tepi sungai besar yang mengelilingi kota. Carno terlihat turun dari kereta kuda dan berjalan membawa beberapa lembar gulungan surat, menuju ke pos pemeriksaaan yang dijaga dua orang Orc, dua orang Manusia, dua orang Elf, dua orang Dwarf, dan dua orang Goblin. Carno pun menyapa mereka. Satu dari masing-masing ras kemudian mendekat ke Carno. Carno membuka satu gulungan surat dan memperlihatkan isinya kepada masing-masing pengawal dan memberikannya pada mereka. Dia pun membuka gulungan surat berikutnya, kemudian dengan setengah berteriak memanggil Garnos. Garnos pun turun dari kudanya dan mendekat ke mereka.
”Garnos” Carno berkata ”apakah anak buahmu masih ada semua?”
”Masih, Tuan Carno!” Garnos menjawab ”Meskipun dua orang cedera ringan dan satu cedera berat, mereka semua masih hidup!”
”Bagus!” Carno tersenyum kemudian berbicara kepada pengawal Orc ”kami juga membawa belasan bandit Orc yang menyerang kami di jalan tadi. Mereka kami ikat dan kami bawa kemari. Silahkan tuan pengawal memeriksa mereka”
Pengawal Orc mengernyitkan alisnya pertanda heran ”Benarkah yang barusan ak udengar, Tuan Carno, rombongan kalian menaklukkan belasan bandit Orc?”
Garnos pun menghela nafas, wajahnya berubah kesal tapi dia diam saja.
”Benar, tuan pengawal. Silahkan melihatnya”
Pengawal Orc kemudian menepuk pundak pengawal Goblin dan Pengawal Dwarf. Mereka mengangguk. ”Silahkan pandu kami, Tuan Carno!”
Carno pun berjalan diiringi Garnos dan para pengawal kota. Tak berapa lama kemudian mereka pun sampai ke belakang karavan. Wajah para pengawal pun terkejut melihat belasan Orc terikat dan tampak seperti boneka dengan tatapan kosong mereka.
”Sihir Arkana sialan!” pengawal Dwarf terdengar menggerutu ”selalu saja membautku kesal!”
”Sihir yang luar biasa, tuan pengawal” Tuan Wayne berkata.
Pengawal Orc, Pengawal Dwarf, dan Pengawal Goblin pun menundukkan kepala, menghormat ke Tuan Wayne.
”Maafkan saya, Tuan Wayne, saya tidak melihat anda!” pengawal Orc berkata ”saya terlalu terkesima melihat Orc-orc ini tertaklukkan. Pengawal-pengawal Anda luar biasa kali ini!”
”Begitulah, tuan pengawal!” Tuan Wayne berkata sembari tersenyum ”kali ini kami mendapatkan tenaga muda yang luar biasa!” sembari tetap tersenyum, Tuan Wayne pun memandang ke arah Mythgarr ”Mythgarr, perkenalkan dirimu!”
Para pengawal pun memandang ke yang dipanggil oleh Tuan Wayne dan mendapati seorang anak muda yang sedang tersipu-sipu. ”Jangan malah malu-malu, anak muda. Perkenalkan dirimu kepada pengawal-pengawal kota Damarshkant yang perkasa ini!” ajak Carno.
Mythgarr pun mendekat dan mengulurkan tangannya kepada pengawal Orc ”Mythgarr Chromehands, tuan pengawal”
Mata Pengawal dwarf terkejut mendengar nama pemuda di depannya itu. Setelah berslaman dan menyebutkan namanya, dia pun memandang ke Tuan Wayne dan Tabib Mahulae sembari berkata tanpa suara dan menunjukkan sorot bertanya ”...Chromehands?”
Tuan Wayne hanya tersenyum, sedangkan Tuan Mahulae hanya diam seribu bahasa.

No comments:
Post a Comment