Tuan Rloum memegang dua papan yang berada di sisi terluar dari dua pasang papan persegi dihadapannya. Dia memegangnya di di kedua kristal yang terdapat di papan-papan tersebut. Matanya kemudian terpejam dan mulutnya pun mulai merapal mantra-mantra. Keempat kristal di dua pasang papan persegi dihadapannya pun mulai menyala dan nampak cahaya-cahaya Mana berseliweran di dalam bola-bola tersebut. Tuan Rloum kemudian melepaskan tangannya dari kristal-kristal tersebut. Nampak benang-benang energi menghubungkan antara kedua tangan sang penyihir dan kedua bola kristal tersebut. Benang-benang tersebut membesar dan bergerak bak petir-petir kecil seiring Tuan Rloum menaruh tangannya ke bagian dalam dari dua pasang papan persegi tersebut. Satu tangannya menggenggam buku dan satu tangannya lagi tertengadah. Energi-energi mana berseliweran di tangannya.
Dengan satu gerakan cepat dan tiba-tiba, Tuan Rloum menarik kedua tangannya dan hal yang ajaib pun terjadi. Buku yang diserahkan Tamara tiba- tiba terlepas halaman demi halamannya dari jilidannya dan terpisah dari sampulnya. Dengan diselubungi oleh energi-energi Mana, halaman-halaman itu pun melayang-layang di atas papan persegi tersebut.
Tuan Rloum kemudian mengayunkan satu tangannya ke atas, dan beberapa halaman pun mencuat naik di atas halaman-halaman lainnya. Kemudian dia mengayunkan satu tangan yang lain dan beberapa lembar kertas pun melayang masuk ke dalam satu pasang papan persegi yang masih kosong dan mengambang sejajar dengan halaman-halaman buku yang mencuat.
Tuan Rloum kemudian mengatupkan kedua tangannya. Lembar-lembar halaman buku yang mencuat kemudian diliputi energi berwarna ungu yang keluar dari satu kristal dan masuk ke kristal lain. Kristal-kristal di papan persegi yang mengapit kertas-kertas yang kosong kemudian menyala merah dan mulai mengalirkan energi Mana merah ke kertas-kertas tersebut.
Tamara pun menarik nafas ketika dia melihat halaman-halaman kosong tersebut mulai memunculkan tulisan-tulisan di permukaannya. Tuan Rloum tampak terus berkonsentrasi sampai halaman-halaman yang tadinya kosong tersebut mulai penuh terisi tulisan-tulisan dan gambar-gambar yang ingin disalin Tamara.
Tak lama kemudian energi-energi ungu tersebut pun perlahan-lahan meredup dan kemudian menghilang seiring makin sempurnanya salinan. Energi-energi merah pun ikut menyusul menghilang. Tuan Rloum pun kemudian mengangkat tangannya dan memegang sampul buku dan halaman-halaman salinan.
Dia pun merapal mantra selanjutnya. Halaman-halaman yang terlepas dari jilidannya kemudian terselimuti oleh energi-energi biru dan dengan cepat kembali ke dalam sampul buku dan tampak terjilid ulang dengan sempurna. Tuan Rloum kemudian tampak mengerahkan Mana dari tangannya dan buku tersebut pun tampak perlahan-lahan menghilang. Kilatan-kilatan energi Mana merambat dari tempat buku tersebut ke garis-garis di meja dan dari garis-garis di meja ke garis-garis di dinding dan dari garis-garis di dinding ke kristal besar di dinding dan kemudian melesat menghilang.
”Dan buku pun kembali ke tempatnya” Tuan Rloum menggumam, lalu menggeram sambil memegang halaman-halaman salinan dan menyerahkannya ke Tamara ”Ini salinan-salinannya, Nona Tabib!”
Tamara pun mengambil salinan-salinan tersebut ”Terima kasih, Tuan Rloum! Saya permisi dulu”
Tuan Rloum hanya menggeram, memalingkan muka, dan memejamkan matanya.
Tamara pun melangkah keluar ruangan salin buku.
Monday, October 19, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment